metodologi desain interior

Metodologi desain interior adalah salah satu materi penting yang perlu Anda pahami. Isinya tentang metode-metode yang bisa digunakan untuk menghasilkan sebuah rancangan interior yang ideal. Memang tidak mudah untuk menentukan nilai ideal karena tidak adanya tolok ukur yang pasti. Setidaknya, metodologi akan membantu Anda untuk merancang ruangan yang indah sekaligus berfungsi optimal.

Kebanyakan desainer di sribu desain interior menggunakan metode terbaru untuk menghasilkan desain sesuai tren terkini. Meskipun bersifat teoretis, metodologi juga kerap dijadikan acuan dalam menangani project dengan kompleksitas tinggi. Interior terbaik hanya dapat dihasilkan dengan kombinasi pemahaman teori dan kemampuan praktek.

 

3 Metodologi Desain Interior

 

  • Analogis

Analogis adalah metodologi desain interior dengan meniru bentuk dari alam atau lingkungan sekitar. Metodologi ini paling banyak digunakan pada masa-masa awal perkembangan desain interior. Pada saat itu, bentuk bangunan dan isinya dibuat berdasarkan citra alam dengan penyesuaian sifat dan karakter semirip mungkin.

Sampai sekarang, metodologi analogis masih dipakai untuk pembuatan desain detail seperti perabot dan hiasan. Konsep modern dan futuristik biasanya agak jauh dari bentuk-bentuk alam, atau hanya menggunakannya secara minimal. Walaupun begitu, tidak sedikit pula orang yang tetap tertarik pada bentuk-bentuk natural dan menerapkannya dalam desain ruangan.

 

  • Tipologis

Untuk project dengan kompleksitas rendah atau sedang, metodologi desain interior yang umumnya dipakai adalah tipologis. Metodologi ini dijalankan dengan meniru bentuk desain lain yang dianggap berhasil. Hasilnya bersifat imitatif dan diukur berdasarkan kemiripan dengan desain yang dijadikan acuan. Semakin mirip, semakin bagus. Metodologi ini digunakan pada jenis ruangan standar seperti rumah pribadi.

Tipologis bukan berarti meniru desain orang lain seratus persen. Coba Anda lihat desain rumah di perumahan modern. Pada dasarnya, teknik pembagian dan penataan ruang hampir serupa antara satu dengan yang lain. Perbedaan dapat dilihat dari unsur estetika dan penerapan prinsip desain, namun dengan segi fungsional yang masih sangat mirip.

 

  • Pragmatis

Untuk project yang lebih kompleks dan bersifat eksperimentatif, metodologi desain interior yang sebaiknya digunakan adalah pragmatis. Banyak juga yang menyebut metodologi ini sebagai metode uji-coba karena dilaksanakan dengan menjalankan tahap percobaan dan revisi berulang sampai menghasilkan desain yang diharapkan. Metodologi ini dipakai dalam perancangan ruangan khusus dan spesifik yang sulit atau tidak bisa ditemukan contoh desainnya.

Desainer harus membuat desain baru dengan hampir tanpa acuan. Misalnya perancangan ruang produksi berskala besar. Tidak ada acuan yang pasti karena fungsionalitas ruang disesuaikan dengan jenis operasi yang akan dijalankan di dalamnya. Tidak ada cara selain membuat desain, mengujinya, mengubahnya, mengujinya lagi, dan terus mengulanginya sampai mendapatkan hasil yang dianggap terbaik.

 

Metodologi Desain Interior Sesuai Kompleksitas Project

Dari tiga metodologi di atas, Anda bisa melihat bahwa setiap opsi ideal digunakan untuk jenis project tertentu. Jadi, selain teoretis, metodologi juga mempunyai peran praktis yang pasti dibutuhkan oleh seorang desainer. Masih ada empat metodologi lain yaitu sintaksis, programatis, ideologis, dan substansif. Anda bisa mencari materi tentang keempat poin tersebut untuk memahami metodologi desain interior secara utuh.

Related Article